Sabtu, 04 September 2010

PANTAUAN LANGSUNG LALU LINTAS DEPAN POLSEK BUMIAYU

KLIK ..... http://bigman5758dfm.com/home/templates/jxtc_political/c_bumiayu.html
www.bigman5758dfm.com



KLIK ....http://bigman5758dfm.com/home/templates/jxtc_political/c_bumiayu.html

Selasa, 31 Agustus 2010

HATI2 BAGI PEMUDIK LEBARAN SEPTEMBER 2010 LEWAT BUMIAYU , BANTARKAWUNG DAN SALEM DI BREBES SELATAN






Pemudik Dihimbau Waspadai Daerah Rawan Longsor

Radar Tegal Tuesday, 31 August 2010


BUMIAYU - Para pengguna jalan di himbau untuk meningkatkan kewaspadaannya terutama saat melintasi daerah rawan bencana longsor.

Kondisi tersebut menyusul datangnya musim mudik Lebaran 2010, karena hujan masih sering terjadi. Kondisi tersebut menyebabkan beberapa jalur jalan di wilayah Kabupaten Brebes bagian selatan berpotensi terjadinya bencana longsor.

Beberapa lokasi yang dinilai rawan bencana lonsor diantaranya ruas jalan Provinsi Bumiayu-Salem, Bumiayu-Sirampog, dan ruas jalan provinsi Tegal- Purwokerto masuk wilayah Desa Winduaji, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, yang merupakan perbatasan dengan Kabupaten Banyumas.

Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kabupaten Brebes melalui Kepala Terminal Bumiayu Ari Mardijono SIP mengatakan, di ruas jalan Bumiayu-Salem. Saat musim mudik biasanya jalur tersebut dijadikan jalur alternatif utamanya bagi yang menggunakan kendaraan kecil sebagai penghubung Brebes-Salem-Bumiayu atau Brebes-Salem-Majenang.

Medan jalan memasuki wilayah Bantarkawung hingga Salem, memiliki karakteristik berbukit dangan kondisi tanah di beberapa lokasi masih labil, pihaknya mengimbau agar pengendara kendaraan bermotor senantiasa berhati-hati saat melintasi jalur tersebut.

’’Hendaknya pengendara kendaraan selalu berhati hati, apalagi saat malam hari dan hujan deras dimana ruas tersebut masih minim penerangan jalan. Selain itu, permukaan jalan yang berkelok juga akan menjadi sangat licin jika terkena hujan , sehingga jika memicu kendaraan dengan kecepatan tinggi, dipastikan kecelakaan akan menimpa pengendara," jelas Ari.

Menurut dia, ekstra hati-hati harus dikedepankan oleh pengendara didalam menjaga segala kemungkinan yang mungkin dapat terjadi karena faktor alam tersebut.

Pernyataan yang sama juga dikemukakan oleh Camat Salem Mohammad Adnan SIP yang meminta warganya berhati hati saat melintasi jalur tersebut. Diakui dia, jalur itu merupakan denyut nadi perekonomian warganya untuk melakukan aktivitas menuju Kecamatan Bumiayu. ’’Di lokasi tersebut telah di pasang papan peringatan, namun warga tetap kami himbau untuk berhati-hati," tegasnya. (pri)

Minggu, 15 Agustus 2010

DI BUMIAYU HARGA DAGING SAPI RP 80 RIBU/KG


Daging Sapi Tembus Rp 80 Ribu/Kg

RADAR TEGAL , Sunday, 15 August 2010

BUMIAYU - Penjualan daging di Pasar Induk Bumiayu memasuki minggu kedua Ramadan terus merangkak naik. Bahkan, harga utuk daging sapi pada Minggu (15/8) di Pasar PKL Kalierang, Bumiayu, mencapai Rp 80 ribu/kilogram. Harga tersebut diperkirakan akan terus naik hingga Lebaran tiba.

Muksin (43), padaganng daging di pasar tersebut mengatakan, walaupun harga daging sapi mahal, namun tak menyurutkan minat konsumen untuk membeli daging sapi. Menurut dia, kenaikan harga tersebut juga dipicu karena tingginya permintaan dari masyarakat.

’’Memang harga daging saat ini naik, tapi kami para pedagang tidak takut daganganya tidak laris karena pembeli masih banyak," ungkapnya.

Menurutnya, harga daging mengalami kenaikan sudah terjadi sejak beberapa hari sebelum memasuki Bulan Ramadan. Dia menambahkan, harga daging ini akan berlanjut sampai menjelang Lebaran. Pada Lebaran nanti permintaan lebih banyak lagi dibanding Ramadan.

’’Jika sekarang pembeli masih dari kalangan ibu rumah tangga, tapi saat mendekati Lebaran maka akan lebih banyak para pembeli dari kalangan para pelaku usaha pengolahan makan, seperti penjual bakso," lanjut Muksin.

Selain harga daging sapi yang sebelumnya hanya berkisar Rp 65 ribu-70 ribu/kg, jenis daging yang juga mengalami kenaikan harga yakni dari jenis daging ayam. ebelum Ramadan, harga ayam pedaging (ayam potong) dijual dengan harga Rp 24 ribu/kg. Tapi, saat ini naik menjadi Rp 26 ribu/kg.

’’Kami ini mengikuti agen saja. Jika harga naik, mau tak mau kami juga menjual dengan harga yang mahal," ujarnya Maryam (35), pedagang daging ayam di pasar tersebut. Terpisah, salah seorang ibu rumah tangga Lasri (30) mengatakan, walaupun harga daging sapi naik, namun pihaknya tetap membeli kebutuhan tersebut untuk menu berbuka puasa maupun makan sahur.

’’Ya mau bagaimana lagi? Pada dasarnya kita memang membutuhkan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi selama Bulan Ramadan ini. Dan sepertinya memang sudah menjadi tradisi setiap Bulan Ramadan dan menjelang puasa harga-harga pasti naik," kata Lasri. (pri)

KABAR DARI BENDA SIRAMPOG BREBES

SUARA MERDEKA -Lintas Pantura
11 Agustus 2010

1.400 Santri Al-Hikmah 2 Khataman Alquran

BREBES - Sebanyak 1.400 santri putra-putri Pondok Pesantren Al Hikmah 2, Benda, Sirampog, Brebes, kemarin, mengikuti khataman Alquran bin-nadzor secara massal. Sepuluh di antaranya hafal di luar kepala (bilghaib).

Upacara khataman digelar dalam upacara pengajian umum di halaman pondok. Mereka satu per satu menerima syahadah khataman dari pengasuh pondok KH Izzuddin Masruri Al-Hafidz disaksikan ribuan warga yang duduk lesehan di halaman pesantren.

Saat pengasuh pondok Kiai Izzuddin membaca dia khataman, para santri dan umat tak kuasa menahan air mata. "Allahummarhamni bilquran, waj’alhu li imamaw wanuura wahuda warahmah. Allahumma dzakkirni minhuma nasyiitu w’allimni minhuma jahiltu warzuqni tilawatahu".
Berhati-hati Mantan Menteri Agama Prof Dr KH Sayid Agil Al-Munawar Al-Hafidz MA dalam tausiyahnya meminta umat Islam berhati-hati dengan munculnya pernyataan yang tidak mendasar agar Alquran direaktualisasi. "Alquran itu sebagai mukjizat tetap aktual sepanjang massa. Karena itu tidak perlu direaktualisasi," tegasnya.

Yang bisa direaktualisasi sesuai perkembangan zaman, menurut dia, adalah tafsir atau penafsiran Alquran. "Kalau tafsir silakan mengikuti konteks perkembangan zaman. Akan tetapi, Alquran akan tetap aktual," tegasnya.

Pengasuh pondok KH Masruri Mughni yang hadir di tempat itu menjelaskan, sebelum para santri mengaji dan mendalami berbagai kitab salaf, mereka diwajibkan mengaji Alquran secara baik dan benar. (B13-58)

Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblaunche

Minggu, 04 Juli 2010

DESA-DESA PAGUYANGAN, KRETEK, WANATIRTA DALANE PADA RUSAK.....


Tiga Desa Keluhkan Kerusakan Jalan

RADAR TEGAL - Sunday, 04 July 2010


PAGUYANGAN - Jalan sepanjang 2,5 kilometer yang menghubungkan tiga desa yakni Desa Paguyangan, Kretek, dan Desa Wanatirta, Kecamatan Paguyangan dalam kondisi rusak parah. Padahal, jalur tersebut sangat potensial dengan dilalui oleh angkutan umum Bumiayu-Wanatirta.

Kades Wanatirta H Kurdi mengatakan, kerusakan jalan telah terjadi semenjak satu tahun lamanya. Pemerintah tiga desa telah bersama-sama menyampaikan usulan perbaikan jalan dalam kegiatan Musrenbang. Kondisi tersebut menyusul ketidak mampuan anggaran yang ada di masing-masing desa untuk memperbaiki kerusakan. ’’Saat ini kondisi jalan sudah sangat rusak, selain itu juga diperlukan perbaikan saluran drainase di beberapa titik jalan yang telah mengalami kerusakan," kata Kurdi.

Ungkapan yang sama juga disampaikan Kades Kretek Dasori. Dikatakan dia, semula warga manyambut baik dengan dimulainya pembukaan trayek baru Bumiayu-Wanatirta, yang melalui beberapa wilayah pedukuhan di desa ini. Hanya saja, akibat kondisi jalan yang rusak, pihaknya mengaku mendapat keluhan dari sejumlah pengusaha angkutan akibat kendaraan yang rusak akibat melalui jalan tersebut.

’’Mereka mengadu kepada saya, mengingat dengan kondisi jalan rusak maka seringkali pengusaha angkutan terpaksa mengeluarkan anggaran lebih untuk memperbaiki armadanya. Di satu sisi, mereka masih berpikir jika harus menaikan tarif, sebab hal tersebut tentu akan menimbulkan masalah baru," jelas Dasori.

Karenanya, dia berharap, pemkab dapat turut membantu perbaikan jalan yang menjadi sarana perekonomian warga. Khususnya yang tinggal di wilayah pedesaan. ’’Kita berharap, kemajuan transportasi ini juga diimbangi dengan fasilitas jalan yang memadai," ungkapnya.

Terpisah, Kepala UPTD PU dan Tata Kota Wilayah Bumiayu Kuspramono mengatakan, laporan maupun usulan perbaikan atas kondisi kerusakan di ruas jalan tersebut telah disampaikan ke tingkat kabupaten. ’’Usulan melalui Musrenbang telah kami terima dan telah dibahas dalam Musrenbangkab, perbaikannya sendiri saat ini berada bawah kewenangan tingkat kabupaten," kata Kuspramono. (pri)

Sabtu, 26 Juni 2010

PRESTASI SISWA SMA N BUMIAYU BREBES


Olimpiade Sejarah
Menguji Kecerdasan Emosional

KOMPAS Selasa, 20 April 2010 | 15:52 WIB

Kecerdasan siswa tidak hanya diukur dari kemampuan intelektualnya, tetapi juga dari kecerdasan emosional dan sosialnya. Hal inilah yang mendorong Masyarakat Sejarawan Indonesia (MSI) Brebes untuk menggelar Olimpiade Sejarah di Brebes.

Olimpiade Sejarah digelar MSI Komisariat Kabupaten Brebes, untuk menguji kecerdasan emosional dan sosial para siswa di Brebes. Kegiatan yang berlangsung di SMA Negeri 1 Brebes, Kamis (8/4), diikuti siswa SMP/MTs dan SMA/MA serta SMK.

Kegiatan bertema "Pelantipan Humanisme melalui Sejarah" diikuti 86 siswa, yang terdiri dari 54 siswa SMP dan 32 siswa SMA.

Dalam olimpiade tersebut, para siswa diharuskan mengikuti babak penyisihan, sebelum maju ke babak final. Mereka harus menjawab 100 soal berisi materi sejarah nasional, dunia, dan lokal. Setelah penyisihan, panitia mengambil lima terbaik dari peserta tingkat SMP dan SMA, untuk mengikuti babak wawancara, untuk menentukan juara pertama hingga ketiga.

Pertanyaan-pertanyaan lisan yang diajukan lebih bersifat menggugah kesadaran siswa mengenai ilmu sejarah, antara lain alasan ketertarikan mereka terhadap sejarah, serta manfaat ilmu sejarah.

Menurut ketua panitia kegiatan, Wijanarto, panitia sengaja menyelipkan materi sejarah lokal dalam soal. Ternyata dari hasil ujian tertulis maupun lisan, banyak siswa yang tidak mengenal sejarah lokal daerahnya.

Sejumlah peserta mengakui, kegiatan tersebut cukup menantang kemampuan mereka. Selama ini, uji kompetensi pelajaran sejarah jarang dilombakan. Arif Rahman, siswa kelas II SMA N Bumiayu, Brebes, mengaku menyiapkan diri mengikuti lomba tersebut selama satu pekan.

"Saya senang belajar sejarah, karena bisa mengetahui kondisi masa lampau," ujar Durotul Muntofiah, siswa kelas III MTs Negeri Brebes menambahkan.

Dalam olimpiade ini, untuk SMA juara I diraih Riza Zaeni dari SMAN 1 Bumiayu, juara II Arif Rahman dari SMAN 1 Bumiayu, dan juara III Uswatun Khasanah dari SMAN 3 Brebes.

Untuk SMP, juara I Tati Mamluatul, juara II Ade Arviani Aulia, dan juara III Jeane Isbeanny, semuanya dari MTs Negeri Brebes. Pemenang mendapatkan trofi, piagam, dan uang pembinaan.

Ketua MSI Komisariat Brebes, Sarwidi, mengatakan, saat ini dunia pendidikan cenderung terfokus untuk mencerdaskan siswa agar lulus ujian nasional.

Makanya sejarah dong...! ( Siwi Nurbiajanti)

Kamis, 24 Juni 2010

SUMBER MATA AIR DI KALI GIRI KECAMATAN SIRAMPOG


Penyelamatan Sumber Mata Air

RADAR TEGAL Wednesday, 23 June 2010
BREBES - Keberadaan sumber mata air sebagai pemasok kebutuhan air bersih yang dikonsumsi masyarakat -termasuk kebutuhan pertanian dan pelestarian ekosistem sekitar-, karenanya keberadaan mata air wajib diselamatkan.

Tanpa ada usaha penyelamatan, maka dampak yang ditimbulkan sangat luar biasa. Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Brebes Eko Andalas Muchsin menuturkan, lingkungan sumber mata air di Kabupaten Brebes.

Terutama sumber mata air Kali Giri, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes, yang memasok kebutuhan air bersih untuk tiga daerah. Kabupaten Tegal, Kota Tegal, dan Kabupaten Brebes, keadaan hutan di sekitar mata air mengalami kerusakan parah.

Kerusakan ini terjadi sebagai imbas dari aksi penjarahan, yang terjadi sekitar tahun 1997-1998. Dengan gencarnya warga melakukan aksi penebangan, lanjut dia, maka hutan akan mengalami gundul. Sementara, pohon-pohon yang ditanam usianya masih muda.

’’Akibatnya, debit air menurun," kata Eko Andalas kepada Radar usai sosialisasi pengembangan jasa lingkungan hutan Rabu (23/6). Penurunan debit air ini akibat tidak adanya tanaman penyerap air. Sehingga apabila hujan airnya tak bisa ditampung. Sebaliknya, limpahan air tidak disimpan, melainkan di buang. Selain itu, pengembangan jasa lingkungan hutan juga harus terus diupayakan.

Sementara, pembicara dari Perlindungan Hutan dan Konvervasi Alam Dinas Kehutanan Provinsi Jateng Agus Purwanto menegasakan, penyelamatan hutan tak harus menunggu hutannya rusak. Tetapi, harus segera dilaksanakan. (din)
Komentar